WEST PAPUAWatch
← Dalam pantauan

Proyek pangan dan energi Papua Selatan

Proyek pangan dan energi Papua Selatan

Gambaran terkini

Kajian Pusaka pada Agustus memasukkan dampak bagi masyarakat bersama target proyek. Padi dan gula/bioetanol tetap merupakan program berbeda.

Wilayah mana sudah dibuka, dan bagaimana bukti persetujuan serta akses pangan?

Sumber
A sweetness like unto death: voices of the indigenous Malind of MeraukeForest Peoples Programme · 2013Merauke National Strategic Project timelineYayasan Pusaka Bentala RakyatElegi Selatan PapuaYayasan Pusaka Bentala Rakyat

Latar belakang

Proyek pangan dan energi Merauke berlangsung di wilayah adat yang sudah memiliki hutan, bentang sagu, kebun, dan hubungan antarmarga. Kesaksian Malind selama MIFEE menjelaskan dampak perundingan tanah serta perubahan hutan terhadap sumber pangan dan hidup sehari-hari. Wilayah tersebut merupakan ruang penghidupan dan hubungan sosial, bukan tanah kosong.

MIFEE dimulai pada 2010. Proyek strategis berikutnya mencakup gula dan bioetanol serta program padi yang terpisah, dengan perusahaan, persetujuan, dan lokasi berbeda. Pertanyaannya menyangkut wilayah terdampak, proses persetujuan, pembukaan yang benar-benar terjadi, serta akses masyarakat terhadap pangan, air, dan penghidupan. Gugatan Awyu di Boven Digoel merupakan kasus terkait yang berbeda.

Sumber 5A sweetness like unto death: voices of the indigenous Malind of MeraukeForest Peoples Programme · 2013Merauke National Strategic Project timelineYayasan Pusaka Bentala RakyatElegi Selatan PapuaYayasan Pusaka Bentala RakyatMIFEE launchedGinting & Pye · ASEAS (2013)Civil-society objections to MIFEETAPOL

Perkembangan terbaru

Linimasa.

Linimasa Merauke oleh Pusaka 2023–2024

2010

  1. MIFEE diluncurkan

    Merauke Integrated Food and Energy Estate memulai program agribisnis skala besar di tanah adat. Ginting dan Pye menelusuri pertemuan konsesi, perencanaan pemerintah, dan investasi perusahaan dengan hubungan masyarakat Malind atas tanah serta perlawanan mereka. Kajian ini memberi latar bagi proyek berikutnya; dasar hukum dan pelaku tiap program tetap perlu ditelusuri sendiri.

    Sumber 1Ginting & Pye · ASEAS (2013)

2011

  1. Keberatan masyarakat sipil terhadap MIFEE

    Pernyataan TAPOL mempersoalkan alih fungsi hutan, ketahanan pangan, dan hak adat Malind dalam MIFEE. Keberatan ini muncul sebelum perdebatan food estate sekarang: tanah yang disebut tersedia bagi investasi telah menopang pangan, pekerjaan, dan hubungan sosial masyarakat.

    Sumber 1TAPOL

2023

  1. Penetapan proyek strategis nasional

    Peraturan 8/2023 menambahkan Kawasan Pengembangan Pangan dan Energi Merauke ke daftar proyek strategis nasional. Pusaka mencatat kebijakan ini ditetapkan tanpa musyawarah dan persetujuan yang bermakna dari masyarakat adat terdampak. Penetapan kawasan pembangunan belum menunjukkan adanya persetujuan untuk setiap lokasi perkebunan atau sawah.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat

2024

  1. Persetujuan kesesuaian lahan untuk tebu

    Pusaka mencatat persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang bagi PT Murni Nusantara Mandiri di Animha, Jagebob, dan Sota. Rencana tebu perusahaan ini berbeda dari proyek sawah baru sekitar Wanam. Penelusuran izin secara terpisah membantu mengetahui perusahaan, program, dan wilayah adat yang terkait dengan suatu sengketa.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  2. Konsultasi lingkungan di Kartini

    Konsultasi di Kartini, Jagebob, membahas penyusunan AMDAL perkebunan tebu dan pabrik gula PT Murni Nusantara Mandiri. Pusaka mencatat tahap administrasi ini dalam linimasanya. Keberatan masyarakat berikutnya menyangkut kecukupan informasi serta kesempatan untuk mengambil keputusan atas tanah mereka.

    Tabel perusahaan dan luas lahan oleh Pusaka, dari informasi perizinan Papua Selatan. Rencana luas lahan tidak menunjukkan persetujuan adat.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  3. Bupati bertemu Kementerian Pertahanan

    Bupati Merauke Romanus Mbaraka bertemu wakil menteri pertahanan untuk membahas pengelolaan lahan program food estate. Pertemuan ini menempatkan Kementerian Pertahanan dalam koordinasi proyek bersama instansi pertanian dan pemerintah daerah.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  4. Koordinasi program padi

    Menteri pertanian, wakil menteri pertahanan, pejabat militer, dan pemerintah daerah mengadakan rapat koordinasi di Merauke serta mengunjungi panen padi di Kuper, Semangga. Pemerintah menyatakan tujuan peningkatan produksi pangan. Kegiatan padi ini perlu dibaca terpisah dari satgas gula dan bioetanol yang dibentuk dua hari kemudian.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  5. Satgas gula dan bioetanol

    Keputusan Presiden 15/2024 membentuk satgas percepatan investasi gula dan bioetanol di Merauke. Dipimpin menteri investasi, satgas mengoordinasikan perizinan dan fasilitasi investasi tebu, pengolahan gula, bioetanol, serta pembangkit biomassa. Keputusan ini menyangkut industri tersebut, bukan seluruh pengembangan sawah yang disebut food estate.

    Sumber 2Pusaka Bentala Rakyat Sekretariat Kabinet
  6. Pembukaan hutan di Sermayam

    Pusaka mencatat awal pembukaan hutan oleh PT Global Papua Abadi di Sermayam, Tanah Miring, pada Mei 2024, tanpa tanggal hari yang pasti. Lokasi tebu ini kemudian dikunjungi presiden pada Juli.

    Lokasi PT Global Papua Abadi dalam linimasa Pusaka. Tanggal foto tidak dicantumkan.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  7. Menteri investasi mengunjungi Merauke

    Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama pejabat lainnya meninjau lahan pengembangan gula dan bioetanol dari udara. Pusaka mencatat pernyataan publiknya tentang bentang lahan serta persoalan penilaian hutan dan ekosistem lain yang akan dialihfungsikan.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  8. J7Explorer tiba di Merauke

    Pusaka mencatat kedatangan kapal J7Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad dari Jhonlin Group di pelabuhan Merauke. Kegiatan kapal berikutnya sekitar Wobikel menjadi salah satu hal yang dimintakan penjelasannya oleh masyarakat setempat.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  9. Mesin pertanian dikirim melalui kapal TNI AL

    KRI dr. Soeharso milik TNI AL mengirim bantuan mesin pertanian di pelabuhan Yos Sudarso. Pusaka mencatat traktor, mesin tanam padi, dan pemanen dalam bantuan Kementerian Pertanian. Pengiriman ini menunjukkan peran angkutan militer dalam logistik program pertanian.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  10. Komando pembukaan sawah diserahkan kepada militer

    Pusaka mengutip Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menempatkan kendali rencana pembukaan sawah skala besar pada Pangdam XVII/Cenderawasih. Rencana kawasan mencakup wilayah adat Malind, Maklew, Khimaima, dan Yei. Pernyataan itu menyangkut komando pelaksanaan; tanggapan masyarakat berikutnya menyangkut hak atas tanah dan persetujuan.

    Tabel klaster produksi pangan Pusaka mengacu pada studi kelayakan Merauke Juli 2024. Angka menunjukkan kawasan perencanaan.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  11. Kegiatan survei dilaporkan sekitar Wobikel

    Pusaka melaporkan kegiatan J7Explorer di perairan sekitar Wobikel, Ilwayab, yang diduga terkait survei proyek sawah. Masyarakat mempertanyakan maksud dan rencana kegiatan yang belum dijelaskan kepada mereka. Sumber mencatat bulan kejadian tanpa tanggal hari yang pasti.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  12. Pemimpin Yei menyampaikan penolakan tertulis

    Pemimpin adat Yei Godefridus Galep Inagijai dan Absalom Can Kapaiter menandatangani pernyataan penolakan rencana investasi di wilayah Yei. Pusaka mencatat penyampaiannya dalam pertemuan dengan perusahaan dan konsultan lingkungan di Sermayam. Pernyataan ini mencatat sikap masyarakat secara langsung.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  13. Aksi di DPRD Merauke

    Masyarakat Khimaima dan Malind Maklew bersama pemuda serta mahasiswa beraksi di DPRD Merauke. Mereka menolak investasi di wilayah adat dan meminta penjelasan tentang kegiatan kapal serta helikopter. Tuntutan tersebut menghubungkan hak atas informasi dengan hak menentukan penggunaan tanah.

    Aksi masyarakat dalam linimasa Pusaka. Halaman tidak mencantumkan tanggal foto yang terverifikasi.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  14. Masyarakat kembali mendatangi DPRD

    Perwakilan Khimaima dan Malind Maklew kembali mendatangi DPRD Merauke, menolak izin investasi tebu dan meminta bupati melarang investasi secara resmi di wilayah adat mereka. Pusaka mencatat tindakan lanjutan setelah aksi 13 Juni.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  15. Bupati bertemu perwakilan masyarakat

    Dalam pertemuan dengan perwakilan Khimaima dan Malind Maklew, Romanus Mbaraka mengatakan pemerintah kabupaten belum memperoleh informasi resmi tentang investasi tebu yang dibicarakan untuk Kimaam dan Ilwayab maupun kapal di perairan Wanam. Pusaka mencatat pernyataan ini bersama permintaan informasi masyarakat.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  16. Kunjungan optimalisasi pertanian

    Menteri pertanian meninjau optimalisasi lahan di Kurik. Dukungan mesin dan peningkatan frekuensi tanam disampaikan sebagai cara menaikkan produksi padi. Kegiatan ini menyangkut peningkatan penggunaan lahan pertanian dan perlu dibedakan dari pembukaan hutan di lokasi baru.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  17. Keputusan penggunaan kawasan hutan

    Pusaka mengidentifikasi Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 835/2024 sebagai persetujuan penggunaan kawasan hutan oleh Kementerian Pertahanan untuk sarana ketahanan pangan di Merauke. Dokumen disebut beredar pada Agustus, ketika pertanyaan tentang dasar hukum proyek sawah meningkat.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  18. Pertemuan penyerahan hak tanah adat

    Pusaka mencatat pertemuan 15–16 Juli tentang penyerahan hak tanah adat kepada PT Murni Nusantara Mandiri di Jagebob, Sota, dan Animha. Pertemuan berlangsung di aula Animha, Makodim Merauke, dengan perwakilan perusahaan, pemilik tanah, pemerintah, polisi, dan militer. Catatan pertemuan belum menjelaskan syarat yang diterima setiap pemilik tanah terdampak.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  19. Pejabat meninjau proyek Wanam

    Pemimpin militer, pejabat pertahanan, penjabat gubernur Papua Selatan, dan pemilik Jhonlin Group meninjau lokasi program ketahanan pangan serta sawah di Wanam dengan helikopter. Pusaka mencatat kunjungan sebelum kedatangan alat berat pada akhir Juli.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  20. Presiden menghadiri penanaman tebu

    Presiden Joko Widodo menghadiri penanaman tebu PT Global Papua Abadi di Sermayam, Tanah Miring, dan mengunjungi optimalisasi lahan pertanian di Telaga Sari. Sekretariat Kabinet menyampaikan pengembangan tebu sebagai bagian dari ketahanan pangan dan energi. Tujuan resmi ini dibaca bersama keberatan masyarakat dalam linimasa.

    Presiden Joko Widodo dalam kunjungan Merauke Juli 2024, ditampilkan dalam linimasa Pusaka.
    Sumber 2Pusaka Bentala Rakyat Sekretariat Kabinet
  21. Dengar pendapat dengan MRP Papua Selatan

    Perwakilan Khimaima dan Malind Maklew bertemu Majelis Rakyat Papua Selatan. Pusaka mencatat tuntutan menolak investasi di wilayah adat, menghentikan kegiatan kapal dan helikopter, serta mencabut izin usaha. Dengar pendapat membawa tuntutan tersebut ke lembaga perwakilan masyarakat adat tingkat provinsi.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  22. Kedatangan alat berat dan protes

    Pusaka mencatat protes di Wobikel pada 28–29 Juli ketika alat berat tiba melalui tongkang di dermaga PT Dwi Karya. Pemilik Jhonlin Group bersama pejabat pertahanan dan militer menghadiri pembongkaran. Keberatan masyarakat menyangkut kedatangan alat dan tindakan aparat.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  23. Pertemuan di Payum

    Perwakilan masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan tokoh setempat bertemu di Payum, Merauke, serta menyepakati penolakan proyek perkebunan tebu dan sawit. Pusaka mencatat pertemuan ini sebagai bagian pengorganisasian sebelum terbentuknya forum Kondo Digul.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  24. Pembukaan lahan dan keberatan di Wanam

    Pusaka melaporkan ekskavator membuka hutan, dusun, dan rawa di Wanam serta keberatan masyarakat karena pekerjaan berlangsung tanpa musyawarah dan persetujuan pemilik tanah. Sumber mencatat perundingan yang melibatkan John Gluba Gebze dan operator sementara pembukaan berlanjut. Entri ini mengikuti laporan lapangan Pusaka tentang proyek sawah.

    Pembukaan lahan Wanam dalam linimasa Pusaka. Tanggal foto tidak dicantumkan.
    Kegiatan proyek Wanam ditampilkan oleh Pusaka. Tanggal foto tidak dicantumkan.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  25. Masyarakat memberlakukan sasi

    Pada 12–14 Agustus, masyarakat Wambi, Es Wambi, Woboyu, dan Bibikem melaksanakan sasi untuk melindungi tanah serta menolak kegiatan perkebunan. Pusaka mencatat tindakan ini di Okaba, Tubang, dan Ilwayab. Sasi menyatakan kewenangan adat atas tanah, berdampingan dengan pernyataan tertulis dan dengar pendapat resmi.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  26. Masyarakat Domande menolak rencana perkebunan

    Pusaka melaporkan pertemuan di Domande, Malind, ketika seorang Babinsa menyampaikan rencana investasi tebu PT Borneo Citra Persada. Masyarakat menolak rencana tersebut. Entri ini menyangkut perusahaan dan lokasi itu, berbeda dari pengembangan Sermayam maupun Wanam.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  27. Forum Kondo Digul dibentuk

    Pertemuan lanjutan di Payum mempertemukan perwakilan masyarakat, mahasiswa, pemuda, dan anggota MRP Papua Selatan. Mereka menyepakati penolakan proyek tebu, sawit, serta food estate dan membentuk Forum Masyarakat Adat Kondo Digul dengan koordinator Simon Balagaize.

    Perwakilan masyarakat dalam linimasa Pusaka. Tanggal foto tidak ditentukan melalui judul entri di sebelahnya.
    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  28. Pusaka mencatat perubahan pengelolaan Agrinas

    Linimasa Pusaka mencatat perubahan pengurus dan kepemilikan saham PT Agro Industri Nasional serta menyebut tokoh dengan jabatan pertahanan, pertanian, dan politik. Dokumen perusahaan yang mendasari catatan itu tidak ditampilkan dalam linimasa. Entri ini mencatat temuan yang dilaporkan Pusaka.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  29. Pejabat pertanian dan militer mengunjungi Wanam

    Menteri pertanian bersama pejabat senior pertahanan dan militer mengunjungi proyek sawah baru melalui bandara Wanam di Wogekel, Ilwayab. Pusaka mencatat kunjungan ketika pekerjaan berlanjut dan keberatan masyarakat belum terselesaikan.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  30. Keberatan masyarakat dan pengakuan wilayah Yei

    Di Wobikel, warga menyampaikan langsung kepada Penjabat Gubernur Rudy Sufahriadi bahwa mereka menolak proyek sawah Jhonlin Group. Pada tanggal yang sama, dalam kegiatan terpisah di Kweel, Eligobel, bupati menandatangani pengakuan serta pelindungan hak dan wilayah adat Yei. Keduanya merupakan peristiwa di tempat berbeda.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  31. Lima batalyon infanteri baru diresmikan

    Panglima TNI meresmikan lima batalyon infanteri baru untuk Papua di Monas, Jakarta. Pusaka mencatat tujuan resmi mendukung keamanan dan pembangunan di daerah rawan. Keberatan pada hari berikutnya menunjukkan kaitan perluasan organisasi ini dengan linimasa proyek tanah.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  32. Kelompok solidaritas menolak batalyon baru

    Solidaritas Merauke dan Forum Kondo Digul memprotes rencana lima batalyon infanteri baru di Papua. Pusaka mencatat keberatan tersebut bersama sengketa yang berlanjut mengenai proyek pangan dan energi.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  33. Pembukaan hutan dilaporkan di Nalkin

    Pusaka melaporkan temuan pembukaan hutan oleh PT Murni Nusantara Mandiri di Nalkin, Jagebob, dan memperkirakan kegiatan dimulai sejak Agustus. Tanggal ini menandai temuan yang dilaporkan, bukan kepastian hari pertama pembukaan. Lokasi perusahaan tebu ini berbeda dari proyek sawah Wanam.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  34. Konferensi pers Kondo Digul

    Forum Kondo Digul mengadakan pertemuan dan konferensi pers di Payum, menegaskan kembali penolakan masyarakat terhadap proyek strategis nasional Merauke. Pusaka mencatat pernyataan bersama ini menjelang akhir periode linimasanya.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat
  35. Aksi diam dalam pertemuan dengan gubernur

    Pusaka mencatat pertemuan lanjutan antara penjabat gubernur, John Gluba Gebze, dan masyarakat Wogikel. Sebagian besar peserta terdampak melakukan aksi diam dan menolak menyampaikan pendapat. Linimasa Pusaka berakhir di sini; perkembangan berikutnya tersedia dalam gambaran terkini dan berita.

    Sumber 1Pusaka Bentala Rakyat

2025

  1. Izin lingkungan jalan Merauke

    Laporan perkara Greenpeace mencatat izin lingkungan jalan pada September 2025, sementara pembukaan serta pembangunan disebut telah dimulai pada Agustus 2024. Urutan pekerjaan dan perizinan menjadi bagian gugatan masyarakat Malind.

    Sumber 1Greenpeace / Malind advocacy team · including Pusaka

2026

  1. Lima penggugat Malind menggugat izin jalan

    Simon Petrus Balagaize, Sinta Gebze, Liborius Kodai Moiwend, Kanisius Dagil, dan Andreas Mahuze menggugat izin lingkungan jalan sepanjang 135 kilometer di Merauke. Menurut tim advokasi, masyarakat belum memberikan persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan. Jalan menopang pengembangan pangan dan energi yang lebih luas.

    Sinta Gebze menyerahkan dokumen gugatan di PTUN Jayapura. Foto ditampilkan bersama laporan perkara September 2026; tanggal foto tidak dicantumkan.
    Sumber 1Greenpeace / Malind advocacy team · including Pusaka
  2. Hakim memerintahkan penghentian pembangunan

    Greenpeace melaporkan hakim ketua memerintahkan tergugat menghentikan pembangunan jalan pada 9 Juni. Laporan September masih mencatat pembangunan berlanjut dan jaringan jalan mencapai 135 kilometer. Entri ini mengikuti penuturan tim advokasi tentang perintah serta pelaksanaannya.

    Sumber 1Greenpeace / Malind advocacy team · including Pusaka
  3. Pengadilan Jayapura menolak gugatan jalan Malind

    Pengadilan tata usaha negara Jayapura menolak gugatan izin jalan. Greenpeace melaporkan hakim menerima keabsahan izin dan catatan konsultasi, sementara penggugat serta tim advokasi mempersoalkan kecukupan konsultasi dan penilaian bukti. Simon Balagaize menyatakan masyarakat akan terus mempertahankan tanah adat.

    Sumber 1Greenpeace / Malind advocacy team · including Pusaka
Dasar
Ekstraksi
BIG · Bappenas · ESDM · NASA FIRMS · Sumber: layer metadata
Sumber & keterangan peta
Laporan pengungsian

Pilihan laporan wilayah bertanggal. Titik menunjukkan wilayah, bukan lokasi kejadian atau orang.

Periode: lihat sumberHRM · linked reporting ↗
Laporan konflik

Pilihan laporan wilayah bertanggal. Titik menunjukkan wilayah, bukan lokasi kejadian atau orang.

Periode: lihat sumberHRM · linked reporting ↗
Laporan kehadiran militer

Pilihan laporan wilayah bertanggal. Titik menunjukkan wilayah, bukan lokasi kejadian atau orang.

Periode: lihat sumberHRM · linked reporting ↗
Wilayah adat terdaftar

Tidak tersedia sampai penggunaan ulang geometri jelas diperbolehkan; tanpa scraping atau impor lokasi sensitif.

Periode: lihat sumberBRWA ↗
Izin hutan & perkebunan

Cakupan perkebunan sebagian karena layanan publik hanya membuka lapisan tertentu.

Periode: lihat sumberKLHK · BIG Satu Peta ↗
Titik panas

Deteksi panas NASA FIRMS selama 2 hari terakhir. Mendekati waktu nyata; bukan kebakaran terkonfirmasi.

Periode: lihat sumberNASA FIRMS · VIIRS NOAA-21 ↗
Keberadaan air

Persentase pengamatan Landsat yang menunjukkan air, 1984–2024. Merah muda hingga biru: jarang hingga menetap. Bukan banjir saat ini.

Periode: lihat sumberSource: EC JRC/Google ↗
Perubahan air permukaan

Transisi Global Surface Water EC JRC, 1984–2024.

Periode: lihat sumberEC JRC/Google ↗
Sebaran penduduk

Sebaran model, bukan pencacahan sensus pada resolusi 100 m.

Periode: lihat sumberWorldPop 2026 ↗

Tanya Watch

Jawaban dari sumber Watch. Lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya.

Tersimpan di tab ini selama sesi. 6 percakapan terakhir menjadi konteks.